Apa yang Kamu Lakukan Setelah Putus?

Hehe.. (dateng-dateng langsung ketawa)

Terkenang masa-masa dulu, waktu masi awal kuliah.. Sempet punya pacar, pacar pertama.. Saya kira akan bertahan lama, karena saya yakin bahwa saya adalah tipe orang yang akan sukses membawa hubungan dalam jangka panjang.. Tapi kenyataannya lain.. Kami putus dalam waktu tiga bulan.. Karena suatu hal yang tidak perlu dibahas di sini, hihihi..

Untuk pertama kalinya dalam hidup, mengalami putus cinta.. Waw! Mejik!

Ternyata bener lagu-lagu yang sering saya dengar..

Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati……

Memang, tak bisa dipungkiri.. Orang bilang sakit gigi itu sakit ringan yang paling sakit (nah loh, gimana ya ntu?).. Makan tak enak, kepala pusing, tidur tak nyenyak, bicara sulit, masih harus merasakan sensasi senut-senut di dalam mulut..

Namun ternyata, sakit hati karena putus cinta lebih sakit lagi.. Mungkin karena sakit gigi itu tangible bisa diperiksakan dan diobati, kasat mata.. Sebaliknya masalah hati adalah sesuatu yang intangible..

Apa yang dulu saya lakukan setelah putus cinta?

Hmm.. Seminggu pertama berat banget.. Jujur.. Hampir setiap kali bangun pagi, saya menangis tanpa sebab.. Rasanya, hari ini akan berbeda dengan hari-hari sebelumnya sewaktu masih bersamanya.. Ya, sedikit banyak memang benar, akan ada sesuatu yang hilang..

Kuliah di kelas dijalani dengan tatapan kosong, setiap lagu yang didengarkan dan setiap film yang ditonton rasanya selalu menyindir dan mengingatkan pada si mantan.. Diajak bicara yang ada cuma emosi.. Makan tak enak, tidur tak nyenyak.. Hingga setelah masa lebih kurang satu minggu itu, kemudian saya mulai berpikir..

Hmmm, tak bisa dibiarkan terus seperti ini.. Bisa tambah kurus saya nanti..

Kemudian saya menyusun kembali rencana hidup saya.. Dan yang pasti, mengisi kekosongan waktu dan pikiran saya, dengan hal-hal positif.. Berikut strategi yang waktu itu saya gunakan :

1. Mendengarkan dan menghafalkan surat pendek..

Mendengarkan lagu malah bikin hati seperti teriris-iris (wew) teringat si mantan.. Lalu akhirnya saya ganti lagu dengan murotal Qur’an.. Jika kira-kira waktu kosong dan pikiran siap melamun, langsung aja komat kamit.. Tampak seperti menyanyi, tapi sebenarnya menghafal.. Kegiatan menghafal memang bisa menyita pikiran dan membutuhkan konsentrasi..

2. Melihat Berita

Jangan nonton sinetron atau film.. Malah bisa bikin jengkel, atau teringat kejadian waktu pacaran.. Dengan melihat berita, pikiran diajak menyusun kronologis peristiwa, gimana awalnya dan saat ini sudah sampai mana kasusnya, siapa tersangkanya, apa motifnya.. Hehe, seperti melihat film misteri.. Selain menambah pengetahuan dan wawasan, pikiran kita akan lebih kritis.. Sewatu blog fr*endster saya masih ada dulu, isinya semuanya menghujat hukum dan pemerintah.. Hahaha..

3. Gaul Bareng Temen

Mau jomblo kek, mau punya gebetan, mau punya pacar, mau punya selingkuhan, kalau sudah namanya kumpul bareng temen-temen pasti semuanya jadi seru.. Mau pusing skripsi, mau pusing KP, mau pusing cari kerja, mau pusing kuliah lagi, kalau sudah main sama temen jadi lupa beban.. Ga ada lagi perbedaan status, kasta, jabatan, semuanya pukul rata.. Yeha! That’s what friends are for! ;-)

4. Cari Gebetan Baru

Tidak bisa saya pungkiri, bagi saya cara tercepat mengalihkan hati dari seseorang adalah dengan mencari orang lain.. Ga perlu pacaran, nanti menyesal kalau ada kandidat yang lebih baik datang dimana posisi kita sudah tidak bisa memilih.. Satu, dua, tiga, kumpulkan dulu yang banyak.. Perluas pergaulan dan wawasan.. Baru nanti dibikin skala prioritas.. Hihihi kayak mau belanja apa aja..

Intinya, jangan biarkan pikiran dan waktu kosong, karena akan teringat mantan.. Isi dengan kegiatan, dengan catatan : kegiatan yang positif.. Tetep semangat, tetep berjuang.. Oke, kiranya empat tips itu sudah cukup mewakili.. Ini versi saya, kalau versi kamu? : )

Jodoh dan rezeki memang sudah ditetapkan.. Jika memag sudah milik kita maka akan sampai pada waktu yang ditetapkan.. Tapi ada syaratnya : usaha! Karena usaha itu akan jadi jalan bagi sampainya rezeki & jodoh tersebut pada kita..

Advertisements

Putus Sekolah..

Saya sudah pernah merasa seperti ini.. Dulu..

Sedih..

Ketika satu per satu sahabat saya memutuskan menuntut ilmu lagi..

Saat satu per satu dari mereka meninggalkan saya sendirian di kota ini..

Kini kembali.. Satu lagi dari mereka, mengulang cerita.. Serupa..

Sekaligus membangkitkan kesedihan yang sama..

***

Ketika keinginan yang menggebu-gebu terpaksa harus ditahan..

Ketika cita-cita harus terbatasi oleh keadaan..

Inikah rasanya putus sekolah?

***

Selasa, 5.03.13

Putus Asa..

Aku bingung.. Aku galau..

Di tengah masalah-masalah yang dianugerahkan kepadaku ini, aku larut dalam bimbang dan pikiran-pikiranku sendiri, yang kebanyakan merupakan prasangka dan praduga yang kukarang sendiri.. Entah dalam rangka menyiapkanku pada kemungkinan terburuk.. Entah dalam rangka memberiku sekedar ilusi yang menenangkan..

Aku merasa, masalah ini terlalu berat bagiku.. Seakan-akan masalahku adalah 10 masalah terbesar di dunia..

Aku tak tahu kepada siapa harus menuntut disediakannya jalan keluar.. Seakan-akan aku mempunyai hak untuk itu..

Aku merasa, memenangkan semua pihak pada akhirnya hanyalah suatu keniscayaan.. I mean this is the real life, dude! Tak ada yang tak beresiko.. Bahkan bernafas pun memiliki resikonya sendiri..

Dan selalu.. Setiap kali sebuah masalah berkunjung, hampir setiap kali pula masalah tersebut terselesaikan setelah aku mencapai tahap putus asa..

Kali ini, tidak.. Semoga saja tidak.. Sudah cukup rasanya, merengek putus asa selayaknya anak kecil yang tak dibelikan mainan oleh Ibunya..

Sudah cukup malu rasanya, menjadi orang yang gampang menyerah di mata Alloh.. Sedangkan Alloh tak suka hal itu.. Sudah berulang kali Alloh menyentilku, seolah-olah mengatakan “payah sekali kamu, baru begitu sudah menyerah“, dan tepat sesaat kemudian membukakan pintu solusi bagiku.. Aku malu..

Aku harus belajar dari yang lalu.. Aku harus menjadi dewasa.. Bahwa dewasa itu belajar.. Bahwa dewasa berarti berproses..

Aku hanya minta, semoga Alloh berkenan menyalurkan secuil saja kekuatan-Nya untukku.. Dan tentu saja untuk orang-orang yang terlibat di dalamnya.. Untuk bertahan dalam ujian ini, hingga saatnya nanti jalan keluar akan ditunjukkan oleh Alloh.. Agar kami dapat berproses menjadi lebih dewasa, bersama-sama.. Agar kami berhasil naik ke level selanjutnya..

16.10.12
Fighting my own thought..