8 MM

Lama banget ngga nulis ya, hehe.. Sebenarnya banyak bahan untuk ditulis, tapi sebulan terakhir ini mood lagi inginnya malas-malasan sambil baca kumpulan chat lucu antara ojek online dengan customer-nya.. *produktif amat yah kegiatan saya*

Di antara sekumpulan bahan yang antre untuk ditulis, saya paling pengen nulis yang ini duluan : 8 mm! Ini adalah sebuah judul film yang saya tonton berdua si Om akhir pekan kemarin..

Saya memang selalu tertarik mengabadikan suatu film yang saya rasa tidak biasa di sini.. Dan seperti yang sudah-sudah, yang akan saya bahas bukan mengenai sinopsis atau isi film tersebut, tapi saya akan ceritakan kesan subyektif saya mengenai film tersebut..

Awalnya memang yang membuat saya tertarik menonton film keluaran tahun 1999 ini adalah selain karena sekilas saya baca sinopsisnya mengenai detektif yang menyelidiki kasus misterius, juga karena pemeran utamanya adalah aktor kenamaan Nicholas Cage.. 

Sinopsis pendeknya seperti ini : Nicholas Cage yang merupakan seorang detektif swasta disewa oleh seorang janda tua yang kaya untuk menyelidiki film amatir 8 MM yang ditemukan setelah kematian suaminya..

8 MM


Yang membuat bulu kuduk merinding, film tersebut adalah film snuff! Apa itu film snuff? Film snuff adalah film yang merekam adegan pembunuhan, ada yang nyata (pemain film sungguh dibunuh) dan ada juga yang ternyata rekayasa (dengan bantuan efek khusus), dibuat dengan berbagai tujuan (yang sudah pasti ngga bener).. Seperti opening film Sinister..

Saya sempat menuliskan mengenai 50 Shades Of Grey beberapa waktu yang lalu, di akhir tulisan saya tulis bahwa otak akan memerlukan dosis serotonin yang lebih untuk merasa puas (karena itu, jika hanya menuruti kepuasan, manusia ngga akan ada puas-nya).. Jika yang sebelumnya ‘hanya‘ tertarik pada hal-hal masochist seperti BDSM, maka lama-lama mungkin otak akan menginginkan sesuatu yang lebih, seperti snuff film! 

Itulah yang menjadi latar belakang film 8 MM ini, dimana beberapa orang yang sakit jiwa berkumpul, yang satu merasa puas dengan menyakiti (atau dalam film ini membunuh), yang satu merasa puas dengan melihat film tersebut.. FYI, si eksekutor yang menjadi pemeran utama dalam film snuff tersebut (dimana dalam tiap film selalu memakai topeng), ternyata dalam kesehariannya ‘terlihat‘ seperti orang normal, dan bahkan berasal dari keluarga yang religius..

Diceritakan dalam film tersebut bagaimana si tokoh utama Detektif Tom Welles yang berusaha mengumpulkan satu demi satu petunjuk.. Satu petunjuk mengarahkannya pada petunjuk lain, semakin dekat ia dengan jawaban yang dia cari, tanpa sadar semakin dalam pula dirinya larut dalam dunia tersebut.. Digambarkan bahwa semakin dia mencoba memahami dunia tersebut, semakin dia tidak mengerti : kok ada orang-orang seperti itu? Kok bisa??

Pada akhirnya memang Tom Walles ngga bisa paham dengan jalan pikiran mereka, karena memang mereka sakit jiwa.. Meskipun sempat terseret ikut arus dan ketularan masochist, namun akhirnya Tom Walles sadar.. Dalam film digambarkan, setelah kasus selesai, Tom Walles mengalami guncangan jiwa yang hebat.. Pulang ke rumah dan menangis meminta pertolongan istrinya.. Kurang jelas minta tolong diselamatkan dari apa, mengingat semua pelaku yang terkait dengan film snuff tersebut telah dia bunuh.. Mungkin minta tolong diselamatkan dari apa yang telah dia lihat dan dia alami..

Snuff film


Ketika menonton film ini saya jadi teringat dua kejadian, yang pertama adalah kasus pembunuhan tenaga kerja wanita asal Indonesia beberapa bulan yang lalu dimana tersangka yang merupakan seorang bankir dengan sengaja merekam pembunuhan yang dia lakukan sendiri.. Yang kedua, snuff film berjudul Daisy Destruction yang sempat beredar di Deep Web, yang untungnya gagal diakses oleh teman saya karena konon eksekutor dalam film tersebut sudah tertangkap dan filmnya sudah dihapus..

Saya sempat membaca, ada yang pernah melihat film yang kedua, dan akhirnya menjadi gila.. Awalnya saya pikir mana mungkin gara-gara film bisa jadi gila? (FYI, film yang kedua ini si pemeran utama alias si korban adalah anak kecil).. Tapi tokoh dalam film 8MM yang bernama Max California (dia sudah berkecimpung dalam dunia tersebut cukup lama, ingin mentas tapi ngga bisa) pun sempat mewanti-wanti Detektif Tom Walles bahwa memasuki dunia tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi kejiwaan, sehingga Max meminta Welles berpikir-pikir lagi sebelum memutuskan mau masuk ke dunia tersebut..

Yah, intinya pesan yang bisa saya ambil dari 8MM ini adalah : ngga usah coba-coba! Ini bakal mempengaruhi mental, karena apa yang sudah dilihat ngga bisa di unsee.. Karena pada akhirnya hanya akan ada dua kemungkinan : terseret arus untuk masuk lebih dalam, atau jadi gila

***

Yuk, langsung cek artikel tentang film luar biasa lainnya :

1. Flowers in the Attic

2. Expecting Amish

3. Curious Case Of Benjamin Button