Back to School.. #2

Back to school!

Slogan iklan atribut perlengkapan sekolah yang sering muncul di tivi-tivi setiap pergantian tahun ajaran baru.. Dulu, semasa saya masih berstatus sebagai siswa, eneg rasanya mendengar kalimat tersebut.. Membayangkan jam pelajaran yang membosankan, tugas dan PR yang banyak, ulangan yang bejibun, dan serentetan kegiatan belajar mengajar yang mengantre setahun ke depan..

Setelah sekian lama melepas status tersebut, ternyata sekarang senang rasanya mendapati diri saya dan teman-teman berada sekolah.. Seperti menjadi siswa lagi.. Back to school! Kangen.. Dari kebersamaan bersama teman-teman hingga remidi ujian kenaikan kelas..

Berbagai perasaan dapat tiba-tiba hadir saat berada di sekolah yang telah lama kami tinggalkan itu.. Senang, masih diberi kesempatan berkunjung.. Haru, mengenang semua perjuangan yang pernah kami lalui bersama.. Sedih, menyadari bahwa semua sudut tak lagi sama, menyadarkan usia tak lagi muda.. Semua perubahan yang terjadi mengingatkan kami bahwa kehidupan terus berjalan..

Jika kamu terus hidup dalam kenangan, semua yang dulu kamu kenal pelan-pelan akan meninggalkan kamu sendiri, tanpa kamu sadari..

Saatnya beranjak.. Keep moving and keep fighting! ;- )

40693076ef4011e2800122000a1fbf61_7

Satu yang kami temukan belum berubah dari kunjungan kami sore itu : pohon beringin tua di halaman depan sekolah..

Advertisements

Sangiran : Museum Manusia Purba..

Liburan akhir pekan yang lalu (25 Mei 2013) secara tiba-tiba dan tidak direncana saya mengunjungi obyek wisata Museum Manusia Purba ini..

2013-05-25 15.20.00

Tampilan Jalan Berangkat..

Ya, memang sangat mendadak.. Berawal dari acara main di kampus, kemudian saya ingin minum es degan (air kelapa, red).. Berangkatlah kami mencari es degan.. Sebenarnya di sebelah timur kampus sangat banyak penjual es degan.. Namun inilah serunya, kami malah berbelok ke barat.. Saya sendiri waktu itu sebenernya agak bingung, mau dibawa kemana hahaha.. Di suatu lampu merah di daerah Mojosongo, kami berbelok ke kiri..

Kalau belok ke kanan, nanti kita sampai ke Sangiran..

Begitu kata teman saya.. Sekedar menginformasikan niatnya, berhubung saya tidak terlalu familiar dengan jalan itu..

Ah beneran? Kalau gitu kita belok sana yuk??

Begitu saya tanggapi dengan spontan dan antusias.. Hehe, saya memang suka yang mendadak dan penuh kejutan..

And the story goes..

2013-05-25 15.50.12

W.E.L.C.O.M.E

Sangiran sepertinya sudah masuk wilayah Sragen (tetep : sepertinya).. Sebenernya tidak terlalu jauh dari kota Solo.. Kami berangkat melewati jalan Karanganyar yang relatif kecil, sepi, berlubang.. Sekitar kurang lebih 30-45 menit (oke, sebenernya saya ga ngitung sih) mengandalkan petunjuk jalan dan doa, akhirnya kelihatan juga pintu masuk dengan ornamen gading Mammoth raksasa itu..

Harga tiket masuknya Rp 5.000,00 per orang.. Belum termasuk ongkos parkir, tapi tenang aja tarif flat kok.. Hehe.. Untuk ukuran dadakan, kami cukup beruntung karena kami tiba sekitar jam 14.30 berhubung museum tutup jam 16.00..

2013-05-25 15.33.22

Ni di Ruang Display 1..

Ini pertama kalinya untuk saya berkunjung ke museum itu, alhamdulillah ada tour guide gratis yaitu teman saya.. Hehe.. Mulailah kami eksplor menjelajahi ruang display satu per satu.. Ada 3 ruang display.. Yang pertama, mempertontonkan rangka hewan purba serta visualisasi rekonstruksinya dalam bentuk 2D dan 3D.. Di ujung pintu keluar terdapat pula visualisasi rekonstruksi manusia purba 2D dan 3D..

Emmm.. Tapi agak gimana gitu ya.. Secara, tampilannya uncensored gitu.. Heeee..

2013-05-25 15.38.06

The Missing Link..

Puas foto-foto, kami menuju ruang display 2.. Di sini kami disambut dengan mini theater  yang mempertontonkan teori Big Bang.. Beberapa hewan baik kerangka maupun visualisasi rekonstruksinya juga masi ada, rekonstruksi goa tempat tinggal manusia purba juga ada, sisanya menceritakan proses penggalian kerangka manusia purba itu sendiri..

Di ruang display terakhir, ini paling sedikit sih.. Hanya terdapat satu visualisasi lingkungan manusia purba, namun cukup besar.. Mungkin maksudnya memberikan gambaran utuh bagaimana lingkungan manusia purba dulu, berhubung ada scene seorang anak menyusu pada Ibunya, serta dua orang manusia purba yang sedang bekerjasama menangkap rusa..

Keluar dari ruang display terakhir, kami disambut oleh taman yang cukup luas lengkap dengan 2 buah gazebo dan 1 kolam berair mancur.. Cocok untuk piknik bagi yang membawa bekal piknik.. Hee..

Kami kembali ke Solo melewati jalan yang berbeda dengan jalan berangkat tadi.. Kali ini, melewati jalan Solo-Purwodadi.. Meskipun lubang masih tetap ada, namun jalanan ini jauh lebih layak, sekaligus jauh lebih ramai daripada jalan yang kami lewati sebelumnya..

Berikut foto-foto yang berhasil kami himpun dari lokasi kejadian.. Sayangnya hanya bisa diabadikan lewat kamera HP yang tidak terlalu mendukung untuk mengambil gambar di ruangan yang agak remang-remang.. Jadi, sebagian besar gambarnya blur..

Next, kemana lagi ya? : )

Mudik #4 : Cemara di Tepi Pantai..

Yap! Ramadhan datang lagi.. Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan taun ini..

Alhamdulillah, pada Ramadhan taun ini banyaaaaak sekali rahmat dan karunia Alloh yang dilimpahkan kepada kami, selain kesempatan berharga untuk bertemu dan beribadah di bulan Ramadhan, di antaranya : saya dan pacar saya telah dan akan bekerja (saya untuk kali kedua, pacar saya selesai pendidikan), kami berdua masih bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing lengkap tanpa kurang suatu apapun, kami masih diizinkan Alloh untuk bertemu dan berbuka bersama teman-teman kami, dll, dsb..

Dan, setelah lebaran ganjil (aneh ya? lha, maunya sih nulis “genap”, tapi apa daya, memang kenyataannya Ramadhan kami taun ini jumlah harinya ganjil, hehe..) 29 hari tibalah hari kemenangan itu!

Lebaran tiba.. Lebaran tiba.. (oke, lagunya memang sedikit saya ubah ^^v)

Waktunya kita semua mudiiiiiiiiiiiik!!!!! ^_^ Tujuan mudik kami masih sama, karena sekali lagi Alhamdulillah, kami masih memiliki nenek satu-satunya di Tuban.. Tahun ini mudik yang keempat, kami berangkat pada hari-H setelah shalat Ied di rumah (dan salam-salaman kilat dengan tetangga, tentunya.. plus makan-makan gratis di rumah tetangga yang open house, hehehe)..

Ssst, di sana semuanya baru seneng-senengnya mainan Diva, Cicit Pertamanya Nenek..

Entah kenapa, saya suka perjalanan jauh menggunakan mobil kecil sekeluarga.. Rasanya, jadi erat dan akrab.. Bayangkan, selama lebih kurang 6 jam kami harus duduk bersama saling berdampingan satu sama lain, ngobrol bersama, makan, tidur (oke, kecuali saya sih, karena saya sopir), sementara pada hari biasa moment ini begitu langka, karena kesibukan masing-masing..

Dan bayangkan, apabila kami menggunakan mobil yang lebih besar.. Mungkin Adek saya akan lebih memilih selonjoran sambil memakai headset di jok paling belakang, Ibu saya tertidur di tengah sendirian, tinggallah Ayah saya memutar kaset kesukaannya sambil bernyanyi-nyanyi sendiri, dan saya yang fokus mengemudi..Seakan perjalanan itu hanya formalitas dan bukannya suatu acara yang menyenangkan.. Betapa tidak enaknya..

Oiya, ada satu yang menarik sewaktu melintas Bojonegoro.. Hari itu kan hari pertama Idul Fitri ya, biasanya sih orang-orang hilir-mudik silaturahmi kemana-mana, naik motor ramai-ramai gak pakai helm, gitu (setidaknya pemandangan inilah yang saya temui hampir di sepanjang jalan).. Nah, waktu hendak memasuki Bojonegoro, kami sudah pengin makan siang tuh, berhubung sudah lewat tengah hari.. Tapi ternyata?? (hampir) tak ada warung yang buka di sana hari itu.. Bahkan, (hampir) tak ada orang lalu lalang.. Jalanan sepi saupi (sepi sekali, red), hanya satu-dua mobil terparkir di tepi jalan.. Bahkan, jalan di depan pasar Bojonegoro yang biasanya macet pun lengang.. Kami ketakutan! (jeng..jeng..!! Scene : House Of Wax..)

Bojonegoro terlihat seperti kota mati pada hari itu!

Oke, ceritanya nih kita sudah sampai di kediaman Nenek saya.. Sore itu tidak banyak yang kami lakukan, hanya menerima kunjungan tamu di rumah sambil nonton Masterchef.. Hehehe..

Esoknya, saya mengajak sepupu saya ke pantai.. Hihihi, perasaan tiga tahun terakhir ini mudik selalu ke pantai yak? Tak apalah, ke pantai juga cuma kalau mudik ini (kasian bener)..

Welcome to Tuban..

Kali ini, lokasinya agak jauh ke Barat.. Tepatnya di sebelah Terminal Baru Kota Tuban.. Di sana, di tepi pantainya ada banyak pohon cemara.. Dan mungkin karena lokasi ini sedikit di pinggir kota (meskipun masih termasuk tepi jalan pantura sih), pantainya tidak se-terawat pantai-pantai yang di Timur-nya.. Contohnya, tidak ada pembatas antara pantai dan jalan seperti waktu saya ke pantai di depan kuil dan di semenanjung Boom (baca seri kedua dan ketiganya).. Atau barangkali karena di sini jalanannya relatif rata dengan pantai ya?

Lokasi ini relatif sepi daripada pantai yang terletak di ‘kota’nya.. Tak terdapat banyak penjual pernak-pernik, makanan atau es kelapa muda di sini.. Jalanannya pun lebih sempit (semakin ke Timur atau ke kotanya, jalanan semakin lebar, kalau saya tidak keliru sih, hihihi).. Meskipun ada terminal di sebelahnya, namun pada saat ke sana kemarin, tak tampak tanda-tanda kesibukan di terminal itu.. Mungkin memang terminal baru itu belum digunakan, karena pintunya masih dipalang..

Kami datang ke sana terlambat, sunsetnya sudah terlanjur set (?) sehingga hanya tersisa bias-bias cahayanya saja.. Tapi tak mengapa.. Setidaknya kami masih bisa berfoto.. ^_^

Niatnya sih, keesokan harinya saya pengin ke sana lagi.. Berburu senja.. Tapi apa daya, mungkin karena kondisi yang kurang fit dan capek, plus terkena angin laut (gak kebiasa kena angin laut sih, begitu kata Nenek saya) akhirnya saya flu dan masuk angin.. -_-

Dan ketika pulang hari berikutnya, Ayah saya terpaksa menggantikan saya menyetir sewaktu melintasi Bojonegoro karena saya pusing dan mengantuk (efek obat).. Bahkan hari ini ketika saya mengetik artikel ini, flu-nya masih tersisa lho (mau??)..

Yeah, endingnya jelek bener yak..

Eh tapi saya pengin memuji satu hal : tumben jalanan Solo-Tuban lebaran kali ini ‘rata’ dan halus.. Cuman ada sedikit yang gak rata & bergelombang, di daerah Padangan (kalau tidak salah).. Good job, pemerintah (tumben).. Moga-moga taun depan jalanan Solo-Tuban semuanya ‘rata’ dan halus dah.. Amin.. ^_^

Oiya, ini ada oleh-oleh dari mudik kali ini, enjoy it..

Ibu..

Moi avec Mon Frere..

Moi.. Me.. Aku.. Boku.. Watashi..

Le Nom de Mon Amour..

TRY OUT AKBAR SNMPTN – TORONTO 2012

Hai Putih-Abu2ers,,
buat kamu yang pengen masuk perguruan tinggi ternama di Indonesia, uji kemampuan kamu di TRY OUT terbesar 2012 di SOLO :

TORONTO 2012 inspiration to your decision!

fasilitas yang bisa kamu dapet :
– Soal Prediksi SNMPTN 2012
– LJK + koreksi langsung
– Sncak (+ free teh botol SOSRO ^^)
– Sosialisasi PANLOK 44 Surakarta
– Doorprize (flashdisk)
– Diikuti oleh ratusan peserta

Selain kamu bisa tau posisi kamu lewat fasilitas KOREKSI LANGSUNG, buat kamu yang berhasil ada di peringkat 1 bakalan dapet MODEM HUAWEI E-173 lho!!!

Keuntungan lain yang bisa kamu dapet :
penjelasan segala sesuatu tentang SNMPTN yang kamu perlu ketahui, langsung dari sumber terpercaya yaitu Panitia Lokal (PANLOK) 44 Surakarta :)

HTM hanya Rp 15.000,00 (on the spot Rp 20.000,00)

so, tunggu apa lagi?? Buruan daftar! Tempat terbatas!! :D

Informasi Pendaftaran :
Aga (0856 298 47 47)
Devy (0856 424 757 24)

Disponsori oleh :
HMTI UNS, ZERO, Batik Putra Bengawan, SoloMovie, Diethanime

Hari Libur #1

Kemarin hari pertama dari libur panjang yang selama semester 6 ini saya dapatkan.. (ada senengnya, tapi banyak bosennya ternyata kalo kebanyakan liburan, hihihi susah jadi manusia)

Oke, sehari sebelumnya saya sudah update status di fb “menjadwalkan liburan”, dan ternyata jadwalnya sedikit melenceng..

Setelah sarapan, saya menonton Hachiko (lagi dan lagi) kemudian setelah selesai acara nangis menangisnya (lagi dan lagi, kalo nonton Hachiko biarpun diulang ulang kog tetep nangis ya? ini yang ketiga lhoo ^^v) saya pun mandi saat para pria melakukan ibadah Jumat.. Selesai itu, gantian saya yang menjalankan sholat..

Setelah makan siang, berangkatlah saya bersama ibuk tersayang ke PGS (Pusat Grosir Solo) untuk cari sepatu!! hahahaha akhirnyaaaa kesampaian juga saya beli sepatu baru.. Solanya selama ini :

Ibuk : “Sepatumu udah jelek-jelek gitu lho, beli sepatu baru gih!”

Saya : “Ya, belum jebol kog, masih bisa dipakai jalan.. Ntar aja ya belinya kapan-kapan, ni mau ngampus dulu”

Sepatu yang dikatai Ibuk (lihat percakapan di atas)

sepatu yang penuh lem (dengan bangga), hehehe..

Begitulah.. Seolah-olah kondisi saya memang sangat memprihatinkan.. Padahal kan biasa aja.. -_-”

Lamanyaaaa cari sepatu.. Mau gimana lagi? Saya emang orangnya gampang-gampang susah urusan sepatu, baju, dll.. Model yang ada sekarang ini kebanyakan terlalu rame bagi saya, padahal saya suka yang simple, yang sesuai dengan bentuk kaki saya, dan yang paling penting ada ukuran saya! Hehehe..

Karena kaki saya bentuknya cenderung lurus (bukan yang ujungnya lebih besar), jadi kalau pilih sepatu yang ujungnya lubang jarinya kecil.. Kalau lubang jarinya besar, jari saya terlihat mau meluncur keluar (kata-kata yang aneh), soalnya itu tadi, kaki saya tidak membesar di ujung.. Oiya, saya suka sekali sama sepatu yang banyak bolong-bolongnya(??), suka sama sepatu yang bertali-tali juga..

Kesusahan selanjutnya adalah masalah ukuran, kaki saya ukurannya 36.. Hohoho, kadang-kadang kalau saya suka modelnya, ukurannya gak ada.. Pernah terjadi seperti ini, dulu awal kuliah saya pengin sepatu warrior warna biru, tapi adanya ukuran 38, jelas sekali kebesaran..

Saya : “Mbak, yang ukuran 36 atau 35 warna ini gak ada ya?”

Mbaknya : “Kalo itu carinya di sepatu anak-anak, Mbak” (sedikit ketus)

sepatu baru, yeyeyeyey.. \(^o^)/

yang penting cocok di kaki (hehe, gak penting banget kakinya ikut nampang)

Huaaaa…. Mbaknya jahat! Masa’ dikatain gitu.. Okelah, itu sudah jadi masa lalu.. Nah, setelah sekian lama berputar putar di PGS, akhirnya saya membawa pulang sepatu yang memenuhi kriteria saya : simple, banyak lubangnya, gak bertali ya gapapa deh (soalnya udah pusing itu 2 jam muter-muter PGS).. Ini dibeli seharga 25.000,- hohoho..(harga sepatu di sini rata-rata berkisar antara 25.000 sampai 45.000)

Kalo dipikir-pikir enak ya jadi cewe, banyak barang murah yang bisa dibeli.. Gak tahan lama mah gak masalah, ntar kalo udah rusak kan model yang baru pasti udah bermunculan.. hihihi.. ^^v

sepatunya ibu..

Dapet sepatu yang warnanya cuman tinggal coklat (tiga sepatuku sebelum ini juga coklat semua -_-“) padahal pengeb beli yang warnanya putih, tapi yang putih cuma ada yang ukurannya 39.. Heuuuh.. Beginilah nasib berkaki imut-imut.. ^^

Eh ternyata ibuku juga tertarik melihat tulisan “OBRAL 15.000” lho, hehehe.. Dengan masih melalui proses menawar, akhirnya ibu membawa serta pulang dua buah sepatu yang masing-masing harganya 12.500,- AMAZING!!! Wakakakaka..