Perjalanan #2..

Inti dari sebuah perjalanan bukan dimana tujuanmu berhenti, tapi bersama siapa kamu pergi..

Bayangkan kamu memiliki sebuah tujuan, atau malah sudah menyiapkan rute yang akan ditempuh.. Namun kamu tak punya kawan untuk digandeng dan melangkah bersama..

Ya, lambat laun mungkin kamu akhirnya akan sampai pada tempat yang kamu tuju.. Kamu berhasil melewati rute yang telah kamu rencanakan dengan menghadapi segala rintangannya.. Puaskah? Sudah pasti.. Tapi kemudian untuk apa?

Nikmatnya segala pencapaian positif dan semua prestasi menjadi hambar, karena kamu tak punya seseorang untuk berbagi kesenangan itu, seseorang yang tersenyum bangga di belakangmu saat kamu dipanggil maju ke podium.. Kemudian untuk apa? Lalu untuk siapa? (sedikit mengutip Alitt Susanto – Skripshit)

Bayangkan sebaliknya.. Kamu punya seseorang di sampingmu, yang siap menemanimu kemana pun kamu hendak melangkah, yang menentukan kemana harus berbelok ketika kamu tak tahu arah.. Yang menceriakan perjalananmu sehingga halangan apapun yang ada di depan tak lagi terasa berat, yang tak keberatan untuk berhenti sejenak ketika kamu merasa lelah.. Yang selalu ada untuk menyokongmu, yang tersenyum setiap kali kamu menoleh ke belakang..

Kemana pun tujuan akhirnya rasanya tak terlalu jadi soal.. Kemana pun pergi rasanya menyenangkan..

Tapi bagaimana bila teman seperjalanan meskipun satu tujuan ternyata tak lagi sejalan? Haruskah mengekornya, memaksanya mengikuti kita, atau adakah jalan tengah yang sama sekali baru?

Atau mungkin, berpisah dan menempuh jalan yang diyakini masing-masing akan melahirkan solusi yang paling baik..

Hidup memang penuh dengan pilihan-pilihan, terkadang mudah, terkadang susah, terkadang trade off.. Sometimes all that we can do is gambling..

Advertisements

A Moment With My Own Self..

Menatap senja..

Menatap senja..

Saya akui, sedikit banyak saya egois.. Didukung pula saya keras kepala, jadi seringkali meskipun sudah diberitahu tetap saja tidak merasa.. Jatuhnya jadi agak cuek..

Kata saudara sepupu saya, sewaktu kecil saya tidak mempunyai teman.. Bila dekat dengan siapa pun, ujung-ujungnya si teman tadi akan pulang segera, dengan tangis.. Hehe..

Benarkah begitu?

Nyatanya saya merasa biasa saja, masa kecil saya bahagia kok.. Dibuktikan dengan, saat ini saya merasa baik-baik saja.. Kalau saja semasa kecil saya merasa kesepian dan tidak punya teman, menurut ilmu psikologi akan ada efek traumatis tersendiri yang akan berpengaruh pada diri saya sekarang, bukan? Atau ini semua mungkin karena saya pada dasarnya cuek.. Entahlah..

Tapi di saat-saat lain, saya merasa saya ini cukup care dan simpatik (anehkah?).. Atau memang saya mulai beradaptasi dengan lingkungan, sehingga ego saya tertandingi.. Timbul tenggelam.. Buktinya, saya sukses melalui masa-masa sekolah saya.. Saya mempunyai banyak teman.. Bahkan yang hingga sekarang tetap lekat.. Hingga saat ini pun, saya tetap menghabiskan saat libur kerja bersama teman-teman, baik teman SMA atau kuliah.. Well, high school ones, mostly.. Seingat saya bahkan saya seringkali tidak merasa cukup percaya diri untuk pergi sendirian ke suatu tempat, atau membeli sesuatu seorang diri tanpa ada teman yang bisa dimintai pendapat..

Nah, yang saya agak merasa berbeda adalah belakangan ini.. Sifat egois saya menjadi lebih tinggi daripada yang biasa-biasanya.. Saya mulai menikmati menghilang sendirian di antara kerumunan orang-orang yang tumpah ruah di pasar malam.. Saya mulai menikmati turun seorang diri untuk menunaikan sholat.. Saya mulai menikmati keluar bermotor sendirian keliling kota tanpa tujuan.. Saya mulai menikmati jalan santai sendirian disbanding ramai-ramai dengan teman sekantor.. Dan saya lebih memilih jalan yang sepi (sepi orang, bukan sepi kendaraan) saat bersepeda..

Mungkin karena saya sedang tidak mood untuk pergi bersama teman-teman.. Atau bosan? Atau mungkin, karena sebentar lagi saya akan memasuki fase baru dalam kehidupan saya.. Insya Alloh.. Apakah ini cara kerja alam bawah sadar saya untuk menyiapkan diri agar nantinya tak terlalu terkejut menghadapi dunia yang individualis?

Di usia yang sudah pertengahan kepala 2 ini.. Saya mulai merasa nyaman dengan diri saya sendiri.. Mulai berpikir kapan lagi bisa makan enak, kapan lagi bisa beli baju dan ini itu, kapan lagi bisa ngeluyur sendirian, melakukan sesuatu atau pergi ke suatu  tempat yang benar-benar saya ingin datangi dan bukan karena teman-teman sepakat ke tempat tersebut..

I actually love you all, guys.. But.. Ah.. Sedang suka sendiri.. Sedang ingin menikmati keegoisan ini.. Sedang hedonis, sedang cinta diri sendiri.. Sedang tidak ingin menabung.. Sedang ingin menghabiskan uang untuk bersenang-senang..

Let me feel like I have ever had an enjoyable moment with just my self..

Untuk sementara ini saja.. Tak akan lama, deh.. Janji! (berkata pada diri sendiri) ^_^

Pantai Klayar vs. Pantai Nampu..

Aaaaahhhh!!!!!!! Saya pengin nulis tentang pengalaman liburan ke pantai kemarin.. Tapi sudah sekitar 10 menit saya berpikir, kalimat apa yang pas untuk mengawali cerita kali ini.. Ketik-ketik.. Hapus lagi.. Ganti.. Ketik lagi.. Hapus lagi..

Menyerah!

Sepertinya cuaca hari ini yang mendung dan dingin tidak terlalu kondusif untuk berpikir terlalu berat.. Bagaimana jika kali ini saya to the point saja? Oke kan.. Oke ya.. Oke pasti..

Klayar Beach..

Pacitan..

Jadi, liburan akhir pekan kemarin saya dan teman-teman mendadak ke pantai lagi.. Hanya sebuah akhir pekan biasa, bukan long weekend, pada hari Minggu.. Dan, ya, memang terlalu mendadak untuk bepergian jauh.. Diawali dengan obrolan di grup whatsapp pada pukul 10 malam hari sebelumnya.. Dan keesokan harinya berkumpul jam 6 untuk bertolak..

Klayar!! Here we come!

Hanya berhasil menjaring 5 orang kontestan untuk piknik kali ini.. Tak mengapa lah.. Bagus malah, untuk ukuran mendadak.. Yah, daripada direncanakan oleh 10 orang kemudian gagal total..

:)

:)

Kami pergi naik mobil sedan.. Tanpa ada yang tau pasti lokasi.. Bermodalkan peta digital.. Dan keyakinan bahwa kami akan sampai.. *sampai mana ya? ga tau..*

Ternyata, jalan menuju klayar sungguh sangat melelahkan! Kami pergi ke tenggara, melewati Wonogiri.. Memutari waduk Gajah Mungkur.. Sampai di sana semuanya masih oke.. Jalan cukup lebar dan bagus.. Namun, ketika sudah sampai di belokan Gua Gong (atau gua apa ya?) jalan menjadi sangat sempit, berkelok, naik turun, dan berlubang di beberapa tempat! Bahkan kami bingung sewaktu di tengah jalan berpapasan dengan bus.. Fiuh..

Klayar lho..

Klayar lho..

Saya tidak sempat menghitung berapa kilometer melalui jalan kecil tersebut.. Karena saya mabok dibuatnya.. Lebih banyak memejamkan mata dan menyandarkan kepala.. Hingga kemudian, saya perkirakan sekitar 1 jam melalui jalan kecil tersebut, pantai!!!!! Horeeeee.. Sampailah kita..

Klayar, masih lumayan bersih dan tidak terlalu ramai.. Berpasir putih.. Dan bertebing batu yang elok bentuknya.. Konon, air laut bisa bersiul di antara tebing batu tersebut.. Namun sayangnya, ketika hari itu kami berkunjung, ombaknya sedang sangat besar sehingga kami tidak diizinkan memanjat batu karang tersebut meskipun telah memohon-mohon (hiperbol dikit) pada para penjaga pantai..

Klayar..

Klayar..

Puas berfoto dan bermain kecipak air (hari itu, ombak mengejar-ngejar kami), kami berniat makan siang.. Namun, apa daya karena hanya ada pop mie saat itu.. Maka kami memutuskan untuk berpindah ke next beach : Nampu!!

Note: sudah kami tanyakan pada penduduk, dan ternyata tak ada akses jalan lain ke klayar selain jalan kecil jelek tersebut.. Mmmmh, ada sih sebenarnya.. Namun kata penduduk lebih kecil daripada jalan yang kami lewati.. Jadi, bisa kita anggap tidak ada ya.. Deal!

Kembali ke jalan yang tadi, berbelok di salah satu perempatan untuk menuju Nampu.. Tenang, ada penanda jalannya kok.. Dan ada rumah penduduk untuk diketuk bila masih tak faham.. Setelah kira-kira (anggap saja) 1 jam perjalanan.. Mabok, lagi-lagi.. Plus insiden mobil kami tak bisa naik jalan menanjak sampai koplingnya terbakar.. Akhirnya..

Nampuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!

jalan masuk ke Nampu..

jalan masuk ke Nampu..

Note: kalau akan ke Nampu atau Klayar dengan mobil, usahakan jangan naik sedan.. Gunakan mobil yang bertorsi besar karena tanjakan dan belokan di sana cukup tajam dan curam..

Woaaaaaa.. Elok nian pantai ini.. Lebih sepi daripada Klayar.. Masih, dengan pasir putihnya.. Terbentang luas.. Tanpa banyak karang.. Hanya bebatuan di beberapa teritori.. Dan kami menemukan air terjun di sana.. Bening sekali airnya.. Menyenangkan! Mengagumkan! Fotografer kami pun sampai beberapa kali berdecak kagum melihat pesona Nampu.. Seperti Dream land di Bali kata salah satu yang lain.. Feels like heaven..

Meskipun dengan ombak yang tetap masih besar, kami tetap bermain air dan berfoto.. Serta menaiki bukit.. Di atas bukit tersebut ternyata terdapat tugu perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.. Ya, Pantai Namu memang terletak di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah.. Pantai Klayar tak jauh dari situ termasuk ke dalam wilayah Pacitan, Jawa Timur..

from above..

from above..

Puas bermain, sekitar jam setengah 4 sore kami beranjak pulang.. Lagi-lagi tanpa makan.. Karena bahkan pop mie pun tak ada di sana, hanya ada penjual mie instant lengkap dengan kompornya.. Bahkan fasilitas basic kamar mandi belum begitu memadai..

Memang agak kesorean bertolak dari Nampu, kami melewatkan senja di daerah Batu Retno, dan saat hari telah beranjak gelap kami baru sampai di Gunung Pegat.. Konon banyak cerita menyeramkan di sini.. Jangan berharap lampu jalan akan banyak dan terang, di banyak titik bahkan belum ada lampu jalan sama sekali.. Hanya mengandalkan lampu mobil saja.. Bahkan di beberapa daerah, kanan-kiri masih merupakan hutan dan perbukitan, tanpa ada rumah penduduk.. Jadi, lain kali ingin ke sana pastikan pulang sebelum hari gelap..

Feels like heaven..

Feels like heaven..

Kami sampai Solo sekitar jam 8.30 malam.. Bila diestimasi, sekitar 4-5 jam kami habiskan di perjalanan, sudah termasuk waktu makan di pom bensin..

Lama-lama jadi makin item ke pantai terus nih, now.. what‘s next??! :)

Note: rasanya pegel semua badan ini sewaktu masuk kerja di hari Senin.. Plus mengantuk level tinggi.. Lain kali, tamasyanya jangan hari Minggu.. Sabtu saja deh.. ^^”

 

Foto-foto lainnya bisa dilihat di galery.. Enjoy! :)

*See also : previous vacation*

Wisata ke Pantai Jogja..

Pantai Soemanding..

Pantai Soemanding..

Akhirnya.. Rencana liburan bersama teman-teman SMA terlaksana.. Karena, hampir selalu, rencana liburan seperti ini hanya berhenti sebagai sebuah wacana.. Herannya kali ini liburan bukan dalam rangka libur panjang karena tanggal merah.. Hanya sebuah akhir pekan biasa..

Kali ini tujuan kita sedikit agak jauh, yaitu ke Jogja.. Dan kali ini, bukan wisata kota atau wisata kuliner, melainkan pantai! Kapan terakhir kali liburan ke pantai bersama teman-teman? Hmmm, sepertinya saat lulus SMP dulu.. The one and only!

Berangkat jam 6 (namun hanya rencana, kenyataannya jangan ditanya) dari Solo, berlima.. Menuju kosan teman-teman di Jogja menjemput empat teman yang lain.. Eh, ternyata liburan ke pantai kali ini beda ya dengan sebelumnya (saat lulus SMP itu).. Dulu, jangan tanya.. Kami pergi bersama salah seorang orang tua teman saya, naik pick up.. Di pantai hanya main air, main pasir, lari-larian.. Selesai..

Soemanding, Jogjakarta..

Soemanding, Jogjakarta..

Kali ini? Kami pergi sendiri, menyetir mobil sendiri, dan yang lebih asyik lagi : sekarang bisa makan-makan dan jajan! Hahay.. Karena selain sudah bekerja, ternyata teman-teman lain yang sudah berduit juga ikut mentraktir.. Jadi, kemarin itu sungguh liburan yang murah meriah buat kami.. :D

Dan, tahukah apa yang lebih menyenangkan lagi?? Yak! Karena kini teman-teman sudah mampu menenteng kamera DSLR, sehingga kami pun sibuk menjadi model foto teman-teman (yang sudah barang tentu hasilnya akan bagus)..

Oh! Malah lupa belum masuk ke inti ya.. Pantai yang kami tuju adalah.. Mmmh.. Sebenarnya kami berangkat tak punya tujuan jelas.. Saat pamitan dengan orang tua, ternyata tak hanya saya yang mengalami kejadian serupa..

Besok mau main ke pantai sama temen-temen | Kemana? | Jogja | Pantai apa? | Gak tau, tapi aman kok pastinya.. Hihihi..

Pantai Siung..

Pantai Siung..

Akibat perencanaan yang tak terlalu jelas, maka konsekuensinya akan menghabiskan waktu yang lebih banyak saat proses pengambilan keputusan.. -_-

*obrolan sopir dan penumpang, setiap kali ada belokan (entah pertigaan atau perempatan*

Kiri? Kanan? | Mmmh.. Mmmh.. | Kiri? Baron-Krakal-Kukup? | Mmmh.. Mmmh.. Kanan aja apa ya? | Atau kanan? Indrayanti-Siung? | Mmmh.. Atau kiri aja? Duh, yang Mana ya? | Woooiii cepetan udah mo sampai belokan nih!! | Mmmmmmmh..

*akhirnya manut sopir*

Oke, kami pun memutuskan akan ke Indrayanti.. Namun apa daya, setelah tanya orang kami malah nyasar ke pantai Soemanding.. Hihihi.. Tapi tetep bagus kok.. ^_^

Next destination: hanya tersisa pantai Siung! Berhubung semua pantai berada di belokan yang lain yang telah kami tinggalkan.. Hihihi..

Singkat cerita, kami bertolak pulang jam 4 sore.. Mampir makan malam dulu, diiringi akustikan Hotel California dan Paint My Love ahhh, syahdu banget.. Rasanya komplit sudah penutupan malam itu.. Tiba di Solo pukul 11 malam, dan hari Senin pun menyambut kami keesokan harinya.. *somebody please tell me tomorrow is still Sunday!*

Berikut saya sertakan hasil buruan foto dari saya.. Beberapa yang lain dapat dilihat di sini..

Semangat!

Semangat!

I Love Beach! xD

I Love Beach! xD

Pantai Siung nan Elok..

Pantai Siung nan Elok..

Jogjakarta, 9 Desember 2012..

Jogjakarta, 9 Desember 2012..

Di Atas Bukit Karang..

Di Atas Bukit Karang..

Ah! Kita Sudah di Puncak!

Ah! Kita Sudah di Puncak!

Pacaran.. ^_^

Pacaran.. ^_^

Pasir yang Sedang Berproses Menjadi Karang..

Pasir yang Sedang Berproses Menjadi Karang..

Our Other Photographer..

Our Other Photographer..

Our Photographer..

Our Photographer..

When We’re Admiring Someone :)

Kita tak sebaya.. Aku tahu.. Kamu pun tahu.. Kenyataannya, kamu adalah yang paling sebaya di antara orang-orang lain di sekelilingku..

Awalnya aku kira kamu itu pendiam, kaku, dan pasif.. Mungkin tak hanya perkiraanku.. Namun, semakin lama mengobrol dengan kamu, aku menyadari bahwa kamu tak semembosankan itu..

Kamu jauh di atasku.. Bahkan ketika kamu telah memasuki Perguruan Tinggi, aku baru saja masuk sekolah menengahku yang pertama..

Awalnya aku kira kamu dewasa, berwibawa.. Mungkin memang tak sebatas perkiraanku saja.. Mungkin memang itu kenyataannya.. Tapi kamu tahu? Terkadang bahkan kamu membuatku merasa bahwa aku dan kamu memang sebaya!

Entahlah.. Mungkin aku terlalu dewasa.. Atau mungkin kamu terkadang seperti kanak-kanak..

Meskipun obrolan kita akan selalu sarat makna (inilah yang membuatku selalu suka berbicara denganmu), namun suasana yang kamu bawa, suasana yang tercipta di atmosfir maya pada masing-masing jendelaku dan jendelamu, rasanya sungguh hangat dan akrab..

Kamu membuatku merasa seperti aku kembali ke masa-masa sekolah.. Aku menemukan jiwamu, seperti jiwa seorang teman, sebaya, simpatik, penuh semangat serta canda..

May I have it, the conversation with you, forever?

Mungkin jawabannya “yes you may”.. But the next question is :

Can I?

Jawabannya akan berubah menjadi “No, you can’t“..

Aku dan kamu tahu, tak akan selamanya keadaan terjadi seperti ini.. Momen-momen yang kita punya, hanyalah sesaat.. Ketika kamu telah dimiliki seseorang, begitu pula aku, semuanya akan terhenti.. Berangsur-angsur..

Aku tak tahu, jika kamu tanya apakah arti semua ini.. Apakah ini suka? Aku tak yakin.. Saat ini ambisiku untuk memiliki kamu, begitu besar.. Berapi-api.. Begitu posesif.. Aku harap ini hanya perasaan terlanjur nyaman, yang berat jika harus kehilangan..

Can I have you, forever?

Mungkin jawabannya adalah “Of course you can!”.. I can even try to catch you, as much as I want.. But….

May I?

Di baris depan pasukan yang membatasi hatiku akan menjawabnya “No, you may not!”.. Aku terlanjur bukan untuk kamu.. Kamu pun tak akan terbersit untuk menginginkan aku..

Will I be disappionted? Maybe sure, a little bit.. Tapi aku yakin, apa yang ku genggam sekarang adalah takdirku, masa depan yang paling baik untukku.. Begitu pun kamu, akan kamu peluk takdirmu nantinya, di waktu yang terbaik untukmu..

Hanya saja, perasaan ini sedikit agak kacau dan tercampur aduk.. Mungkin ini rasanya.. When we admiring someone.. :)

*September-Desember, 2012*